Untuk kesekian kalinya, aku menemukan diriku disudutkan oleh keadaan.
Dipersalahkan atas keberadaanku dan coba dieliminasi.
Kali ini aku tidak melawan. Juga tiada bersedih hati.
Hanya diam. Diam untuk memperparah keadaan.
Dipersalahkan atas keberadaanku dan coba dieliminasi.
Kali ini aku tidak melawan. Juga tiada bersedih hati.
Hanya diam. Diam untuk memperparah keadaan.
(21 November 2008, dinihari)
2 comments:
betull..!!!
jangan menyerah, bung..
Post a Comment